Tampilkan postingan dengan label pemograman komputer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pemograman komputer. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Juni 2021

Mencari dan membuat warna heksadesimal


Nilai warna heksadesimal suadah ada selama beberapa waktu yang lalu, dan menjadi cukup populer karena menawarkan banyak pilihan warna. Namun, kode warna hex agak sulit untuk dikerjakan, terutama jika kita tidak terlalu akrab dengannya. Untungnya Adobe telah menciptakan Adobe Kuler, aplikasi gratis yang menyediakan roda warna untuk membantu kita menemukan warna apa pun yang kita inginkan dan nilai heksadesimalnya yang sesuai.

selain itu, kita juga bisa eksplor warna-warna yang menarik yang bisa kita terapkan pada desain kita. Jadi jangan bingung, jika kita ingin mencari dan membuat warna pada desain tapi belum hafal kodenya, cari saja di Adobe.  

Rabu, 14 April 2021

Merubah Comment Author di Word


Terkadang Kita ingin mengedit atau me review suatu tulisan di Word, dan harus memberikan Comment sesuai nama kita sebagai Reviewer, Bisa dengan merubah Nama User pada komputer itu melalui Option, tetapi akan membuat repot, jika banyak tulisan dan comment yang harus dirubah, lalu bagaimana cara merubah User pada komputer dengan mudah? Gunakan kode VBA berikut.

Sub ChangeCommentAuthor()

'Updated by EntendOffice 20181112

    Dim I As Long

    Dim xNewName As String

    Dim xShortName As String

    If Selection.Comments.Count = 0 Then

        MsgBox "No comments in your selection!", vbInformation, "KuTools for Word"

        Exit Sub

    End If

    xNewName = InputBox("New author name?", "KuTools for Word")

    xShortName = InputBox("New author initials?", "KuTools for Word")

    If xNewName = "" Or xShortName = "" Then

        MsgBox "The author name/initials can’t be empty.", vbInformation, "Kutools for Word"

        Exit Sub

    End If

    With Selection

        For I = 1 To .Comments.Count

            .Comments(I).Author = xNewName

            .Comments(I).Initial = xShortName

        Next I

    End With

End Sub

Bagaimana cara meletakan kode VBA tersebut?

1. Pilih range yang terdapat coment nya, atau pilih seluruh dokumen yang mau dirubah Comment Authornya dengan menekan Ctrl + A , kemudian tekan Alt + F11 untuk membuka Microsoft Visual Basic for Applications. 

2. Pada jendela Microsoft Visual Basic for Applications, klik Insert > Module. kemudian copy-pastekan VBA code di atas pada modul. 

3. Jalankan (Run) Modul tersebut dengan klik ikon Run atau menekan f5, 

4. Tulis Author baru yg dinginkan

5. Tulis Inisial Author baru tersebut.

6. Author telah berubah

Kamis, 25 Maret 2021

Pengertian HTML, CSS dan PHP: Definisi, Fungsi, Perbedaan, dan Penerapannya dalam Pengembangan Website



Pendahuluan
Perkembangan teknologi informasi mendorong pemanfaatan website sebagai media penyampaian informasi, komunikasi, dan pengelolaan layanan digital. Website tidak lagi terbatas pada penyajian halaman statis, tetapi juga mendukung berbagai aktivitas yang melibatkan pengolahan data dan interaksi pengguna. Dalam pengembangannya, pemahaman terhadap teknologi dasar menjadi penting agar sistem yang dibangun memiliki struktur yang jelas, tampilan yang sesuai, serta fungsi yang dapat memenuhi kebutuhan pengguna.
Tiga teknologi yang sering digunakan dalam pengembangan website adalah HyperText Markup Language (HTML), Cascading Style Sheets (CSS), dan PHP. Ketiganya memiliki karakteristik dan tanggung jawab yang berbeda dalam arsitektur aplikasi web. HTML berperan dalam pembentukan struktur dokumen, CSS mengatur presentasi visual, sedangkan PHP mendukung pemrosesan aplikasi pada sisi server.
Menurut WHATWG (2026), HTML merupakan standar yang mengatur struktur dan semantik dokumen web. Sementara itu, W3C (2022) menjelaskan bahwa CSS menyediakan mekanisme untuk menentukan tampilan dokumen terstruktur melalui aturan gaya. Pada sisi server, PHP dapat digunakan untuk menjalankan logika aplikasi, memproses data, dan menghasilkan konten yang dikirimkan kepada pengguna (MDN, n.d.-c).
Pemahaman mengenai pengertian, fungsi, dan hubungan ketiga teknologi tersebut menjadi dasar penting bagi mahasiswa, pengembang pemula, dan praktisi teknologi informasi yang mempelajari pengembangan website.

Pengertian HTML (HyperText Markup Language)

HTML merupakan singkatan dari HyperText Markup Language, yaitu bahasa markah yang digunakan untuk menyusun struktur dan memberikan makna terhadap konten pada halaman web. HTML memungkinkan pengembang mengorganisasi berbagai elemen, seperti judul, paragraf, gambar, tabel, daftar, dan tautan, sehingga browser dapat mengenali struktur informasi yang ditampilkan.
Menurut WHATWG (2026), HTML menjadi bagian utama dari standar teknologi web yang mengatur struktur dokumen, elemen, serta berbagai mekanisme interaksi dengan browser. Definisi ini menunjukkan bahwa HTML tidak hanya berfungsi menampilkan teks, tetapi juga menyediakan struktur semantik yang membantu browser dan teknologi pendukung memahami hubungan antarkonten.
MDN (n.d.-a) menjelaskan bahwa HTML menggunakan elemen yang umumnya terdiri atas tag pembuka, konten, dan tag penutup. Elemen tersebut dapat memiliki atribut yang memberikan informasi tambahan mengenai karakteristik atau perilaku suatu komponen.
Secara konseptual, HTML bukan bahasa pemrograman karena tidak menyediakan mekanisme pemrograman umum seperti pengambilan keputusan dan perulangan. HTML termasuk bahasa markah yang berfungsi mendeskripsikan struktur dokumen.
1.1 Fungsi HTML dalam pengembangan website
HTML memiliki sejumlah fungsi utama dalam pembangunan halaman web, yaitu:
1. Membentuk struktur halaman. HTML mengorganisasi bagian dokumen, seperti header, navigasi, konten utama, dan footer.
2. Menyajikan konten informasi. HTML mendefinisikan teks, gambar, tabel, daftar, video, dan tautan.
3. Membangun formulir. HTML menyediakan elemen input untuk menerima data pengguna.
4. Mendukung aksesibilitas. Penggunaan elemen semantik membantu teknologi asistif memahami struktur dan fungsi konten.
5. Mendukung optimasi mesin pencari. Struktur heading, judul dokumen, dan elemen semantik membantu mesin pencari menginterpretasikan isi halaman.
Fungsi tersebut menunjukkan bahwa HTML menjadi fondasi penyusunan konten website, baik untuk halaman informasi sederhana maupun aplikasi web yang lebih kompleks.
1.2 Contoh penggunaan HTML
Berikut contoh struktur HTML sederhana.

<!DOCTYPE html>
<html lang="id">
<head>
  <meta charset="UTF-8">
  <title>Belajar HTML</title>
</head>
<body>
  <h1>Pengertian HTML</h1>
  <p>HTML digunakan untuk menyusun
     struktur halaman website.</p>
</body>
</html>
Kode tersebut menunjukkan penggunaan elemen dasar HTML. Deklarasi <!DOCTYPE html> mengidentifikasi dokumen sebagai HTML modern. Elemen <head> memuat metadata, sedangkan <body> memuat konten halaman. Tag <h1> digunakan sebagai judul utama dan <p> sebagai paragraf.
Dengan demikian, HTML dapat dipahami sebagai teknologi yang mengatur organisasi dan makna konten agar dapat ditampilkan secara sistematis melalui browser.

Pengertian CSS (Cascading Style Sheets)

CSS merupakan singkatan dari Cascading Style Sheets, yaitu bahasa stylesheet yang digunakan untuk mengatur tampilan dan tata letak elemen pada halaman web. CSS memungkinkan pengembang menentukan warna, jenis huruf, ukuran teks, jarak antarunsur, latar belakang, posisi elemen, serta pengaturan layout yang menyesuaikan ukuran layar.
Menurut MDN (n.d.-b), CSS merupakan teknologi yang berfungsi mengatur penyajian visual elemen HTML melalui aturan yang terdiri atas selector, property, dan value. Dengan mekanisme tersebut, pengembang dapat memisahkan struktur konten dari pengaturan tampilannya.
W3C (2022) menjelaskan bahwa CSS menggunakan prinsip cascading dan inheritance untuk menentukan nilai properti yang diterapkan pada elemen dokumen. Cascading mengatur prioritas ketika beberapa deklarasi gaya berlaku pada elemen yang sama, sedangkan inheritance memungkinkan properti tertentu diwariskan dari elemen induk kepada elemen turunannya.
Pemisahan HTML dan CSS memberikan manfaat dalam pengelolaan kode karena perubahan desain dapat dilakukan tanpa harus mengubah struktur utama dokumen.
2.1 Fungsi CSS dalam pengembangan website
CSS memiliki beberapa fungsi utama, yaitu:
1. Mengatur tampilan visual. CSS menentukan warna, jenis huruf, ukuran teks, dan elemen dekoratif.
2. Mengelola tata letak. CSS mengatur posisi dan susunan komponen menggunakan teknik seperti Flexbox dan Grid.
3. Mendukung desain responsif. CSS memungkinkan penyesuaian tampilan terhadap berbagai ukuran layar melalui media queries dan teknik layout fleksibel.
4. Menjaga konsistensi desain. Satu stylesheet dapat digunakan oleh beberapa halaman untuk menghasilkan tampilan yang seragam.
5. Meningkatkan kemudahan pemeliharaan. Pemisahan aturan visual dari struktur HTML mempermudah pembaruan desain.
2.2 Contoh penggunaan CSS

body {
  font-family: Arial, sans-serif;
  background-color: #f4f6f8;
  color: #222222;
}

h1 {
  color: #1769aa;
  text-align: center;
}

p {
  font-size: 16px;
  line-height: 1.6;
}
Pada contoh tersebut, CSS mengatur jenis huruf, warna latar belakang, warna teks, dan posisi judul. Aturan body berlaku pada elemen utama dokumen, sedangkan aturan h1 dan p menentukan tampilan masing-masing elemen.
CSS dapat ditempatkan secara inline, internal, atau eksternal. Penggunaan stylesheet eksternal umumnya lebih sesuai untuk website yang memiliki banyak halaman karena mendukung penggunaan ulang kode dan konsistensi desain (MDN, n.d.-b).
Dengan demikian, CSS berfungsi sebagai teknologi pengendali presentasi visual yang membantu pengembang membangun antarmuka website secara terstruktur dan mudah dipelihara.

Sabtu, 06 Mei 2017

Apa itu ALGORITMA?

Sebagai Dasar dari Ilmu Komputer, ALGORITMA merupakan hal yang sangat penting untuk dikuasai oleh orang-orang yang berkecimpung di dunia Ilmu Komputer, dari peneliti sampai ke praktisi. Penguasaan akan Algoritma tidak cukup hanya sampai pada tahap mengetahui dan menggunakan algoritma yang tepat untuk menyelesaikan masalah. Seorang yang mengerti ilmu komputer harus juga mampu merancang dan mengembangkan sebuah algoritma berdasarkan masalah-masalah yang ditemui. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan pengertian mendasar mengenai perancangan (desain) dan pengembangan algoritma, agar pembaca dapat tidak hanya menggunakan algoritma yang sudah ada, tetapi juga merancang dan mengembangkan algoritma sesuai dengan masalah yang akan diselesaikan.

Selain memberikan dasar perancangan, tulisan ini juga membahas jenis-jenis algoritma yang ada, untuk kemudian melakukan analisa terhadap beberapa algoritma untuk setiap jenisnya. Analisis algoritma dilakukan dengan tujuan utama agar pembaca dapat mengambil keputusan yang tepat dalam memilih algoritma untuk solusi.

Apa itu ALGORITMA?
Sebelum membahas mengenai perancangan ataupun analisis algoritma, tentunya kita terlebih dahulu harus mendefinisikan arti dari “Algoritma”. Apa itu algoritma?

Algoritma merupakan langkah-langkah (prosedur) yang harus dilakukan untuk menyelesaikan sebuah masalah.
Program komputer umumnya dibangun dengan menggunakan beberapa algoritma untuk menyelesaikan sebuah permasalahan. Misalnya sebuah program pencarian teks, akan memerlukan algoritma khusus untuk membaca dan menelusuri file, algoritma lain untuk mencari teks yang tepat di dalam file, dan satu algoritma lagi untuk menampilkan hasil pencarian ke pengguna.

Dalam mendefinisikan ALGORITMA, kita harus dapat mendefinisikan tiga hal utama dengan jelas, yaitu:

Masalah, yaitu sebuah persoalan yang ingin diselesaikan oleh sebuah algoritma.
Masukan, yaitu contoh data atau keadaan yang menjadi permasalahan.
Keluaran, yaitu bentuk akhir dari data atau keadaan setelah algoritma diimplementasikan ke masukan. Keluaran merupakan hasil ideal yang diinginkan dan dianggap telah menyelesaikan masalah.

ALGORITMA yang Baik
Kita telah mengetahui dengan jelas makna dari algoritma, sehingga pertanyaan selanjutnya adalah algoritma seperti apa yang dapat dikatakan sebagai algoritma yang baik? Pada umumnya kita tidak ingin menggunakan algoritma yang salah untuk menyelesaikan masalah karena hal ini dapat menyebabkan masalah tidak diselesaikan dengan optimal, atau lebih buruknya, tidak diselesaikan sama sekali.

Sebuah ALGORITMA yang baik memiliki sifat-sifat berikut:

  • Benar, di mana algoritma menyelesaikan masalah dengan tepat, sesuai dengan definisi masukan / keluaran algoritma yang diberikan.
  • Efisien, berarti algoritma menyelesaikan masalah tanpa memberatkan bagian lain dari apliikasi. Sebuah algoritma yang tidak efisien akan menggunakan sumber daya (memori, CPU) yang besar dan memberatkan aplikasi yang mengimplementasikan algoritma tersebut.
  • Mudah diimplementasikan, artinya sebuah algoritma yang baik harus dapat dimengerti dengan mudah sehingga implementasi algoritma dapat dilakukan siapapun dengan pendidikan yang tepat, dalam waktu yang masuk akal.


Kebenaran dari sebuah algoritma umumnya selalu dapat dicapai, setidaknya untuk nilai-nilai masukan umum, tetapi efisiensi dan kemudahan implementasi tidak selalu didapatkan. Akan tetapi tentunya kita harus tetap berusaha mencapai ketiga hal tersebut dalam merancang sebuah algoritma. ini saja dulu yang Guru TIKshare tentang algoritma . Semoga bermanfaat.